Kendaraan bermotor khususnya roda dua merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pelajar sekolah, Mahasiswa, Karyawan Perusahaan, pria, wanita, tua, maupun muda, hingga mereka yang secara umur belum mendapatkan ijin untuk mengendarai kendaraan di jalan raya. Hal ini dikarenakan kendaraan roda dua atau yang lebih akrab disebut motor ini merupakan alat transportasi yang simpel, mudah digunakan, tidak merepotkan karena mudah menghindar bila terjebak kemacetan, dan juga bisa diajak lari kencang sehingga banyak berbagai kalangan yang memanfaatkan fasilitas transportasi yang satu ini.

Namun demikian, dengan banyaknya kalangan yang memanfaatkan atau yang menggunakan kendaraan bermotor khususnya sepeda motor ini, patut diperhatikan juga tingkah pola, karakter ataupun gaya berkendara dari para pengendara yang tidak menghiraukan rambu – rambu yang ada, kelengkapan kendaraan maupun kelengkapan berkendara yang pada dasarnya adalah untuk menghindari dan juga melindungi bila terjadi kecelakaan.

Banyak diantara para pengguna jalan atau pengendara dalam berprilaku di jalan raya tidak melakukan hal yang seharusnya dahulukan dalam mengantisipasi terjadinya insiden atau kecelakaan. Misalnya Pangendara lebih memilih memencet klakson berulang-ulang dari pada menginjak rem untuk mengurangi kecepatan, bila ada pengendara lain di depan yang menghalangi atau pengendara yang akan melintas.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, kampanye keamanan dan keselamatan berkendara, sering kali digelar berbagai lembaga swasta maupun pemerintah. Kampanye bagi keselamatan pengguna jalan sekarang ini sudah menjadi bagian dari program dunia yang diprakarsai oleh PBB melalui World Health Organization (WHO).

Langkah WHO ini tidak lain untuk menggiring upaya bersama berbagai pihak dalam menurunkan angka kecelakaan di jalan. Dari data yang dirilis, dewasa ini tak kurang dari 1.2 juta jiwa manusia melayang sia-sia di jalan setiap tahunnya. Lebih mengkhawatirkan, karena dari jumlah korban kecelakaan meninggal ini sebagian besar adalah mereka yang masuk usia produktif, yakni usia antara 14 – 35 tahun dan 80% dari mereka adalah penduduk negara berkembang atau sedang berkembang.

About these ads