Kata adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi yang diasumsikan normal menggunakan bahasa verbal yang dirangkai dari banyak kata. Sebenarnya masih banyak model-model bahasa yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, bahasa tubuh misalanya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari apa yang disebut dengan kata betapapun kita sedang tidak ingin berkata oleh karena sebab-sebab tertentu, semisal kita sedang dalam keadaan marah atau jengkel terhadap orang tua, adik, kakak, maupun teman yang membuat kita tidak ingin meskipun hanya sekedar menyapa mereka. Memang dalam hal ini secara visual kita tidak mengeluarkan kata-kata, tetapi yang berkata-kata dalam hal ini adalah pikiran dan perasaan kita.

Alam pun berbahasa
Kata tidak hanya muncul atau keluar dari bibir atau mulut manusia, tetapi kata juga bisa berasal dari hewan, tumbuhan bahkan alam di sekitar kita. Alam yang nampaknya diam ternyata juga berkata-kata. Coba dengar ketika kita sedang ke pantai seakan alam menunjukkan kekuatannya dengan mengatakan melalui ombak yang besar dengan mengeluarkan suara yang menggelegar ketika membentur batu karang, atau saat kita berada di pegunungan dan merasakan sejuknya udara pegunungan yang berkata melalui semilir angin yang berhembus dan mengajak daun-daun pepohonan untuk menari mengikuti hembusan angin seakan menunjukkan kelembutannya. Atau riuhnya suara burung kecil yang kelaparan dan sedang menunggu induknya yang mungkin telah mati karena ketapel kita. Semua merupakan bagian dari proses komunikasi.
Contoh di atas merupakan salah satu contoh dari sekian banyak hal yang bisa kita renungkan dan kita pelajari yang terkandung tidak kita sadari bahwa alam pun berbahasa, alam juga mampu menunjukkan tanda-tanda dan mengeluarkan kata-kata.

Kekuatan kata
Betapa kata mempunyai kekuatan yang begitu besar. Pernah menggunakan kekuatan kata? Para seniman selalu memanfaatkan kekuatan kata dalam imajinasi mereka untuk menciptakan sebuah karya, entah itu Puisi, Novel, maupun Cerpen. Atau mungkin dalam kehidupan kita sehari-hari ketika kita ingin menylesaikan sebuah konflik yang pernah terjadi dengan teman dekat kita mungkin? Dengan sedikit bantuan teknologi Handphone (HP) dengan space dan character yang sangat terbatas untuk membentuk rangkaian kata dalam kalimat yang dituangkan dalam pesan singkat atau SMS.
Kekuatan kata juga mempunyai kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Coba kita berimajinasi dan memikirkan satu kata saja, apa saja. Lalu bayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa muncul dari kata tersebut. Dari bentuk atau susunan kata-kata yang kita kirim pasti akan menimbulkan banyak kemungkinan reaksi yang berbeda dari teman maupun orang-orang disekitar kita. Padahal kita tidak saling bertatap muka, hanya lewat kata kita bisa melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi yang juga tidak terlepas dari kemungkinan stuasi dan kondisi atau ruang dan waktu yang ada.

Kata adalah senjata
Banyak yang bilang komunikasi itu mahal, tetapi mungkin kita akan kehilangan lebih banyak lagi jika kita tidak berkomunikasi. Dan ketika kita mencoba memahami lebih jauh lagi, betapa kata mempunyai ribuan arti maupun makna. Kata pun bisa digunakan sebagai senjata yang ampuh. Ingat seorang Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno tidak semata-mata menggunakan kekuatan militernya untuk megusir penjajah di tanah Indonesia, tetapi Bung Karno juga menggunakan kekuatan kata dalam berdiplomasi dan berorasi. Bung Tomo dalam aksinya untuk membakar dan mengobarkan semangat juang arek-arek Suroboyo untuk mengusir sekutu dan antek-anteknya! Dan yang baru-baru ini sering muncul di media masa bagaimana Obama mampu mengungguli McCain secara telak dalam memperebutkan kursi kepresidenan Amerika. Semua itu tidak terlepas dari peran kata.
Membangun itu tidaklah mudah yang memerlukan biaya, tenaga, pikiran dan juga waktu. Tetapi merusak itu cukup dalam sekejap. Gedung-gedung pencakar langit dengan hanya meggunakan kekuatan daya ledak dinamit dalam hitungan menit hancurlah apa yang telah dibangun dengan susah payah.
Betapa mudah menghancurkan motivasi manusia, cukup dengan beberapa kata saja! Penghancuran tidak selalu secara fisik, tetapi bisa juga secara psikis. Dengan menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun tulisan, kata bisa digunakan sebagai apa saja sesuai keinginan dan kemampuan kita, karena kata-kata bisa lebih tajam dari pedang dan bisa menikam, kata-kata lebih dahsat dari bom, bisa menghancurkan apa yang susah paya telah dibangun menjadi hancur lebur