400px-devimahatmya_sanskrit_ms_nepal_11cKata Sansekerta, dalam bahasa adalah bahasa yang sempurna atau bahasa yang tinggi yang digunakan oleh para raja atau brahmana. Sedangkan lawan dari bahasa Sanskerta adalah bahasa Prakerta (Sanskerta: alami) atau bahasa rakyat. Bahasa Sanskerta adalah bahasa paling tua yang masih dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang.

Bahasa Sanskerta merupakan salah satu bahasa Indo-Eropa yang merupakan bahasa terbesar di seluruh dunia ditilik dari jumlah penuturnya. Kurang lebih separuh dari 6 milyar jiwa penduduk bumi memiliki sebuah bahasa Indo-Eropa sebagai bahasa ibu atau bahasa pertama yang di pelajari seseorang. Bahasa ini disebut Indo-Eropa karena penuturnya berasal dari daerah India dan Eorpa.

Bahasa Sanskerta merupakan sebuah bahasa klasik India, sebuah bahasa liturgis dalam agama Hindu, Buddhisme, dan Jainisme dan salah satu dari 23 bahasa resmi India. Bahasa ini juga memiliki status yang sama di Nepal. Dalam kebudayaan di Asia Selatan dan Asia Tenggara bahasa Sanskerta posisinya mirip dengan bahasa Latin dan Yunani di Eropa. Bahasa ini muncul dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Weda, yang terkandung dalam kitab Regweda merupakan fase yang tertua dan paling arkhais.

Dalam khazanah sastra Sanskerta mencakup puisi, drama dan juga teks-teks ilmiah, teknis, falsafi, dan agamis. Saat ini bahasa Sansekerta masih tetap dipakai secara luas sebagai sebuah bahasa seremonial pada upacara-upacara Hindu dalam bentuk stotra dan mantra. Bahasa Sanskerta yang diucapkan masih dipakai pada beberapa lembaga tradisional di India dan bahkan ada beberapa usaha untuk menghidupkan kembali bahasa Sanskerta.

Sejarah

Kata sifat saṃskṛta- berarti “berbudaya”. Bahasa yang dirujuk sebagai saṃskṛtā vāk “bahasa yang berbudaya” secara definisi sudah selalu merupakan bahasa yang “tinggi”, dipakai untuk keperluan agama dan keperluan ilmiah serta bertentangan dengan bahasa yang dipakai oleh rakyat jelata atau bahasa Prakerta. Bahasa ini juga disebut deva-bhāṣā yang artinya adalah “bahasa Dewata”.

Ketika istilah bahasa Sanskerta muncul di India, bahasa ini tidaklah dipandang sebagai sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa-bahasa lainnya, namun terutama sebagai bentuk halus atau berbudaya dalam berbicara. Pengetahuan akan bahasa Sanskerta merupakan sebuah penanda kelas sosial dan bahasa ini terutama diajarkan kepada anggota kasta-kasta tinggi.

Bahasa Sanskerta sebagai bahasa terpelajar di India berada di samping bahasa-bahasa Prakreta yang merupakan bahasa rakyat dan akhirnya berkembang menjadi bahasa-bahasa Indo-Arya modern (bahasa Hindi, bahasa Assam, bahasa Urdu, Bengali dan seterusnya). Kebanyakan bahasa Dravida dari India, meski merupakan bagian rumpun bahasa yang berbeda, mereka sangat dipengaruhi bahasa Sanskerta, terutama dalam bentuk kata-kata pinjaman.