Aku terdiam ketika aku mendengarkan
Suara yang begitu menyakitkan
Ketika telingaku mulai mentransformasikan
Getaran nada ke dalam perasaanku

Aku hanya mencoba diam
Saat melihat sesuatu yang begitu pedih
Saat termanifestasi ke dalam mata batinku

Aku terbelenggu oleh bayang-bayang dan perasaanku
Rumah batinku tak memiliki jendela
Sebagai sirkulasi udarah yang menyegarkan jiwa

Hanya bilik kertas putih yang mampu
Menyelipkan sebatang pena
Sebagai sirkulasi kegundahan
Yang mampu mencairkan kevakuman batinku

Aku tak ingin dikasihani
Karena aku masih mampu untuk berbagi
Aku tak ingin disegani
Karena aku masih ingin bersosialisasi
Aku tak ingin ditakuti
Karena aku masih bisa untuk mencintai

Aku hanya ingin dihargai
Tapi tidak musti dihormati
Aku hanya ingin untuk dimengerti
Tapi tidak harus untuk dicintai

del jibratte riduwan