menentuan pilihanIni semua adalah tentang pilihan hidup setiap individu, bahwa setiap individu apapun dan bagaimana latar belakang sosial-budaya-ekonomi-politiknya akan mempunyai hak atas otoritas kehidupannya sendiri. Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk memilih hidup yang akan dijalaninya sesuai dengan kesadaran pribadinya.

Setiap individu berhak melakukan apa yang menurut mereka terbaik untuk dilakukan, asalkan dilakukan secara sadar dan sungguh-sunggu serta yakin pada kemampuan potensial yang dimilikinya. Jadi kita akan tahu potensi serta segalah resiko yang akan terjadi pada diri kita berkaitan dengan pilihan hidup yang kita buat.

Ingin menjadi rasis? Silahkan! Ikut kapitalis, boleh! Belajar Marxisme atau Sosialisme? Tersera! Jadi Rocker ataupun pembalap? Tidak dilarang! Jadi seorang penulis? silahkan! Jadi seorang aktivis pergerakan yang berkoar-koar di jalan juga gak masalah? Jadi seorang bloger atau facebooker? Lakukan saja bila itu yang terbaik bagi diri sendiri dan lingkungan disekitar kita. Semua berhak atas pilihan hidupnya sendiri. Semua bebas menentukan pilihan hidup, bahkan bebas menjatuhkan pilihan untuk menjadi tidak bebas!

Atau mungkin kita lebih suka memilih untuk berdiam diri, menunduk, berpangku tangan dan meratapi kondisi yang ada sebagai sebuah jawaban atas hidup yang kita jalani, itupun sah-sah saja. Tapi ingat, perubahan tidak akan turun dari langit dengan sendirinya, perubahan harus dilakukan! Sekalipun itu berdo’a, juga harus dipanjatkan, karena do’a tidak akan bisa “memanjat” dengan sendirinya. Bahkan Tuhan yang Maha segalanya pun tidak akan semena-mena merubah kondisi suatu kaum tanpa ada usaha nyata dari kaum tersebut untuk merubah kondisinya sendiri.

Kita selalu tahu apa yang terbaik buat diri kita sendiri. Manusia tidak bodoh. Manusia sangat tahu apa yang harus dikerjakan berkaitan dengan hidupnya sendiri. Setiap manusia mempunyai program kerja sendiri untuk hal yang lebi baik bagi dirinya sendiri. Kalaupun ada yang “sok tau” atau merasa pintar, mungkin mereka hanya kurang mengerti. Dan dengan saling membantu dan saling melengkapi tanpa batasan hirarki atau struktural yang kaku seperti guru dengan murid di sekolah formal atau majikan dengan budaknya, akan sangat membantu bagi kita untuk dapat sedikit menikmati hidup yang sederhana ini.

Mungkin bisa disimpulkan bahwa, jika ingin menjadi seorang Panker, Rocker atau yang lainnya, lakukan itu untuk diri sendiri dan jangan salahkan orang lain jika melawan ide-ide gila yang keluar dari ide kreatif kalian. Jika ingin menjadi seorang penggagas perdamaian, lakukan semuanya bukan untuk organisasi perdamaian, tapi lebih kepada diri sendiri, orang-orang terdekat dan semua yang kita sayangi.